Pages

Senin, 25 Januari 2016

"U" (read : You)

Jika ada kehadiran yang paling ajaib di dalam hidup saya, dan mengubah. Itu, kamu

Jika ada keindahan keindahan dalam kesedihan kesedihan dalam kekuatiran kekuatiran, itu kamu

Jika ada hari esok yang lebih baik dan penuh harapan ketika pagi datang, itu kamu

Bahwa kamu terbuat dari hal hal baik

Bahwa kamu, kehadiranmu: ketika rebah, atau berjalan, resah, atau pun diam. Tidak lagi sendiri

Bahwa kamu adalah punggung. Tempatku bangun rumah dan ingatan. Memeluk dan melepaskan

Bahwa kamu adalah mata. Tempatku berair supaya mengalir jernih, membasuh

Bahwa kamu, adalah lengan, berbulu, ramai, dan tidak kesepian,

Bahwa kamu adalah lekuk pada pipi, cekungan manis, tempat pemberhentian untuk menulis puisi,

Bahwa kamu adalah mata kanan, ia keberanian berwarna cerlang, tajam seperti elang,

Bahwa kamu adalah urat urat, kaki dan tangan, mengalir cinta cinta di dalamnya

Bahwa kamu adalah hidung, menghirup udara, supaya tidak pengap dan mati


"Weslly

Senin, 18 Januari 2016

Blusukan di "Surga" nya Malang



Blusukan di Sempu, Malang (28 Januari 2015 – 1 Februari 2015)

Pulau Sempu adalah sebuah pulau kecil yang terletak di sebelah selatan Pulau Jawa secara administratif berada di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pulau yang ditumbuhi pepohonan tropis seluas 877 hektar ini adalah cagar alam yang di kelola oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur (BBKSDA) dan Departemen Kehutanan Indonesia. Secara resmi tempat ini diakui sebagai cagar alam sejak 1928 pada masa pemerintahan Hindia Belanda. – Wikipedia –

Ajakan dari beberapa teman kantor gw saat itu, sangat menggoyahkan iman gw yang kangen nge-bolang. And I said: yes!
And here, our journey begin..

28 Januari 2015
5 orang teman sekantor: Lutfi, Bambang, Yudi, Steffen, dan Mila. Yak, seperti power ranger. Kami berangkat menggunakan KA Matarmaja menuju Malang dari Pasar Senen; sekitar pukul 4 sore saat itu.

Jug gejak gejuk gejak gejuk, kereta berangkat
Jug gejak gejuk gejak gejuk, hatiku gembira

Ok, siap2 tepos ya selama perjalanan, krn memakan waktu kurang lebih 16 jam.... ((( 16 jam ))) haha!
Ngabisin waktu dengan apalagi selain ngobrol sambil cari2 penginapan untuk di Malang, dan foto2? Haha..

maafkan kenarsisan kita ya

29 Januari 2015
Serunya naik kereta, apalagi yang berangkat malam dan sampenya pagi: bisa liat sunrise. Dan sunrisenya itu cantik!
 
sunrise di kota Blitar

Sampeeeeeeeeeee...
Dengan segenap pinggang encok, muka bantal dan perut lumayan lapar; kami berjalan keluar stasiun. Foto narsis sebentar depan stasiun, lalu cari sarapan. Hmmmm, soto sama teh anget pagi2 enak nih kyknya. Hap!


Abaikan ibu2 naik motor di samping. Just, focus on us. Ki-Ka: Steffen, Lutfi, Mila, Yudi, Bambang

Selesai makan, kami berdiskusi untuk melanjutkan perjalanan menggunakan angkot carteran. Depan stasiun memang udah banyak angkot bertengger dan mengincar orang2 yang bawa barang banyak atau tas carrier seperti kami. Sasaran empuk.
Akhirnya kami memutuskan sewa jasa angkot. Tapi, angkot ini ga sampe ke dermaga Sendang Biru, hanya sampe di Turen dengan biaya Rp ..............
Dari Turen, kami menyambung lagi dengan mobil ¾ lain sampe di Sendang Biru dengan biaya Rp ..........
Perjalanan kami tempuh sekitar 2-3 jam. Di tengah perjalanan, kita juga sempet beli pisang kepok di warung kecil *udah ngebayangin pisang goreng*
Perjalanan yang cukup panjang ini, ga terlalu berasa karena si supir cukup menghibur dgn tawanya yang agak mirip Woody Woodpecker. Begitulah..

Ranger kami yang harus kurang2in kelakuan, Lutfi.

Jam pasir menunjukkan pukul 12 an waktu kita sampe.
Sambil nunggu dua teman kita beli ikan (kebetulan di dermaga ini ada nelayan yang jual ikan), gw, Lutfi dan Bambang foto2 pemandangan sekitar. Yup! Baru sampe sini aja mata kita serasa dimanja sama pemandangan laut yang biru banget dan langit yang cerah.
Langit cerah? Hmmm..pertanda bagus nih buat tracking di hutan nanti. Mwahahhaa..

Sendang biru yang cerah

Setelah semua kumpul, kami dikenalkan oleh salah seorang guide sama supir kami tadi. Awalnya, kami mau nekat ga pake guide, tapi karena kita belum ada yang tau tracknya, jadi yasudah kita semua sepakat pake guide dan sewa perahunya. Deal. Kita langsung naik ke perahu karena katanya batas terakhir menyebrang itu hanya sampai jam 2 siang.
Waktu nyebrang di perahu, gw liat banyak sepatu karet yang desainnya sama semua. Macem sepatu bola yang bergerigi itu. Si bapak guide menawarkan kita sepatu itu, sepasang Rp 50.000 untuk dipinjam sampe besok (2 hari) karena tracknya becek. Gw bilang: kan cerah begini, pak.
Ternyata kata si bapak, kemarin malam habis hujan. Si bapak tetap menyarankan kita buat pake sepatu itu daripada nanti warna sepatu/sendal asli kita ga bisa balik lagi katanya.
Tapi gw curiga, jangan2 di sana ada tarkam trus kita suruh main. Koq maksa banget sih pak?? #eh.
Yaudahlah yaaa, akhirnya kita pake juga itu sepatu bola model molded itu.
Menyebrangnya ga lama sih, cuma sekitar 15 menit (klo ga salah). Sampe di sana, kita berdoa dulu sebelum masuk hutan.

Ok. Pasukan siap.

5 – 10 menit pertama... lalalalalaaaa... hatiku riang gembiraaaa~
10 – 20 menit... byur! Hahhaahaha (ada yang kepeleset karena tanahnya licin. Saya juga.)
20 – 30 menit... ha. ha. ha..
Mulai lelah disebabkan oleh tripnya yang ajib.
Tanah liat. Licin. Becek. Kadang kaki stuck di dalem tanah dan susah banget buat narik kaki atau sepatu yang mau ditelan tanah itu. Dan tracknya cukup sulit dihafal, bahkan kata si bapak beberapa orang pernah nyasar, bahkan dia sendiri pernah. Dan kata si bapak perjalanan masih lumayan jaraknya. ((( lumayan )))
Belum lagi mengingat masing2 bawa lemari di punggungnya, plus tiap orang bawa air mineral ukuran 1,5 liter 2 biji.
Woiii..koq gini2 amet sih?? Balik aja apa?
Ok. Akhirnya kita balik.
...
..
Ga deng. Kita tetap jalan. Klo kata orang2: kita jalanin aja dulu. He eh.
Jalan. Istirahat. Jalan. Istirahat. Koq ga nyampe2? Apa nyasar nih bapak? Hiks..
Ngeliat kondisi kyk gini, di tengah perjalanan, kita sambil diskusi buat pake guide lagi pas besok pulang. Daripada nyasar yekan..?
Oh iya, di samping rintangan tracknya yang ga kalah seru sama rintangan Benteng Takeshi, di dalam hutan ini kita juga bisa ketemu temen lama kita. Monyet.
Jadi usahakan jangan tenteng2 plastik atau tas di tangan ya, mereka akan mengira kita bawa oleh2 dari rumah buat mereka (para monyet).
Klo para monyet sampe bisa ambil barang bawaan kita, inget, itu mereka bukan mau membantu meringankan beban bawaan kita, tapi emang diambil. Hahaha.
Lanjut..
Ada track yang menurut gw bisa bikin deg2an. Permukaan tanah yang miring, tanah licin, dan dibawahnya langsung laut. Merosot dikit, byurrr...
Jiper? Pasti. Apalagi gw gak bisa renang. Untung agak lebar jalannya. Pelan2 aja sambil pegangan dahan2, atau akar2 pohon.

Setelah menempuh perjalanan agak lama, bapak guide bilang: sedikit lagi kita sampe setelah batu besar itu. Iya emang ada batu gede banget.
“Akhirnyaaa...”, pikir gw. Jujur gw agak lelah, tapi lelahnya lebih karena si sepatu yang selalu nyangkut di dalem tanah dan licin. Jadi kudu jaga keseimbangan terus. Saran gw, klo pake sepatu yang ditawarkan itu, pakelah kaos kaki. Biar pas banget di kaki dan ga licin karena tanah terus masuk ke dalam sepatunya. Iyalah, becek.
Ngelewatin batu gede, tak disangka tak dinyana ya...tracknya lebih bikin deg2an kyk lagi UAS. Kurang lebih sama seperti yang gw bilang di atas, tanah miring, licin, ga ada pagar, samping laut. Tapi, jalannya cuma setapak. Cuma muat buat satu orang. Yasalaaaaam..dosa apa hamba??
Jadilah sejadi-jadinya gw rada merangkak, pelukan dan gelendotan sama pohon klo perlu! Udah ga ada keren2nya lah gw jalan. Tapi daripada glundungan ke bawah kan?
Medan begini mah cocoknya pake sepatu bola yg screw in! *lah masalahin sepatu*
Ga jauh dari situ gw udah bisa liat hamparan pasir. Terima kasih Tuhaaan, kita udah mau sampe dikit lagi. Jalanan menurun, dan... yeay!! Sampaaai. Penampakan kita udah macem manusia rawa. Penuh lumpur, hahaha..
Rintangan di perjalanan rasanya terbayar dengan pemandangan Sempu yang disuguhkan di depan mata kita. Emang ciptaan Tuhan ga ada duanya J

Jam udah menunjukkan sekitar pukul 3 sore, berarti perjalanan kita di hutan tadi kurang lebih 3 jam.
Berhubung cuaca mulai mendung, setelah bersihin tangan kaki siram2 pake air, langsung kita cepat2 diriin tenda. Bapak guide ikut bantu kita juga. Ga lama, dia pulang kembali ke perahunya sambil mengatakan besok jemput kita lagi sekitar pukul 10 pagi.
Tenda selesai, kita mulai masak. Sambil masak, dan beres2, gw liat keadaan sekitar..cukup sedih memang. Hampir di tiap sudut, banyak sampah L
Jangan sedih...selama masak pun ada rintangannya: ngusir monyet. Iya, monyet2 itu pastinya tergoda dengan aroma2 masakan. Tapi ada juga saat di mana malah gw yg keusir sama monyet. Dia malah lebih berani dari gw. Aku mah apa atuh~

penghuni Sempu

Sewaktu kita sampe, tenda yang berdiri mungkin baru sekitar 2-3 tenda, ga disangka makin menjelang malam, makin banyak orang berdatangan. Semoga ga makin banyak deh sampahnya..
Gerimis mengundang. Untung kita masak di bawah flysheet, hehe. Selesai masak, bersih2 dan ganti baju; makanan dan minuman udah siap. Nasi, sayur lodeh, ikan bakar, nugget. Hajarrr.

Kemesraan ini janganlah cepat berlalu...

Selesai makan, kita menikmati malam dengan ngobrol sambil main kartu UNO. Tetap di bawah flysheet karena masih hujan. Sambil minum kopi dan susu jahe, nikmatnyo!
...
Hujan udah reda, kita ke luar dari bawah naungan flysheet karena mulai engap juga. Sambil bawa sleeping bag dengan harapan bisa tidur di hamparan pasir, sambil menengadah ke langit liat bintang.
*plak* *plak*...oke, banyak nyamuk ye. Gw lupa klo dibelakang kita hutan. Dan ga bawa lotion anti nyamuk. Jangan lupa ya klo kemari, bawalah itu lotion.
Tadinya kita berencana mau sambil bikin pisang goreng di pinggir pantai, apalah daya ketika langit mendung dan mulai gerimis lagi... eaaaa bawa sleeping bag kembali ke tenda. Akhirnya kita kumpul lagi di bawah flysheet sambil bikin pisang goreng. Cuaca dingin emang selalu bikin lapar ya. ((( Alasan ))))
Ga lama, datang hujan deras, dan kitapun akhirnya memutuskan untuk tidur karena udah jam 12 malam juga.

30 Januari 2015
Mungkin karena lelah dan suasana yang adem, kita akhirnya baru bangun sekitar jam 6. Ga dapet sunrise..tapi ga ada sunrise juga karena mendung.
Mulailah kita berpencar. Ada yang foto2 sampe ke atas, ada yg berenang. Gw sih ikut berendam, tapi ga jauh2 amat. Kata tmn gw sih, airnya sampe ujung dinding karang ga dalam, hanya sebatas dada. Hampir se-leher lah klo di gw. Maklum, tinggi gw imut. Tapi gw ga nyoba, udah yang cetek2 aja, klo ada life vest sih brani. LOL.
Nikmatin semuanya karena hari ini kita akan cabut dan kembali ke kota Malang.

Pesona Sempu yg tersembunyi

Time to cook! Yup bikin sarapan dengan lauk ala kadarnya: kornet dan telur, hehe. Untung masih ada sisa pisang goreng semalem buat sedikit ganjal perut sampe makanan dan susu jahe siap.
Hujan lagi.. dan lagi asik2 masak sambil duduk di pasir, tiba2 celana mulai basah. Okesip, parit yang kemarin dibikin kurang dalem. Horeeeeeeeeeee. Jadilah ngeruk2 pasir sambil masak.
Hujan mulai reda dan kami makan dengan tenangnya. Tiba2 si bapak guide udah dateng, WHAT??!! Udah jam 10 aje, ga terasa..
Cepat2lah kami beres2 sebelum hujan mulai turun lagi. Yak itulah resiko outdoor traveling dikala musim ujan. But it was fun enough, though :D
Selesai. Berdoa. Foto grup dengan bekgron Sempu.
 
Sebelum blusukan pulang ke dermaga


Sebelum mulai jalan, gw udah ngebayangin aja gmn sulit dan lamanya perjalanan kita ntar. Apalagi mulai gerimis lagi. Kemaren ga gerimis/ujan aja udah gitu, apalagi ujan kan? *glek*
Ah iya, ga lupa, gw udah bekalin kaki gw dengan kaos kaki biar ga licin. Semoga ampuh *komat kamit*
Perjalanan mulai, kita lewatin jalur yang ngeri2 sedap itu, jalan setapak. Dan yak, kita berpapasan dengan grup lain. Nah loh. Ini gimana ini? Apa perlu suit? Yang menang maju duluan?
*BYUR*
Tiba2 orang2 di depan kita itu nyebur. Sekali lagi, nyebur. Ke laut. WHAT THE.. ???
Ahhh iyaaaa, air di Sempu ini kan ga dalem2 amat ya ((( ZONK )))
Tapi tetep sih, gw ga brani, apalagi bawa carrier, hahaha.. Beginilah nasib orang yang ga bisa renang; panikan.
Jadi mereka memilih mengalah sama kita dan jalan menelusuri pinggir Sempu. Makasih ya mas, mba..permisi~
Lanjut jalan.. setelah kurang lebih 20 menit, gw ngerasa ini bukan jalan yang kita lewatin kemarin. Lebih landai, walaupun makin banyak jebakan lubang lumpurnya karena tertutup air hujan. Tapi ada baiknya sih jalan pas ujan gini (ga deras tapi ya).. se-engganya kita ga perlu keluarin tenaga klo kaki terjebak di dalam lumpur, karena lumpurnya belum terlalu liat.
Tapi perlu di catat, lewatlah jalan yg banyak landainya, bukan banyak miringnya kyk waktu datang hehe..
Kurang lebih 1,5 jam kita udah tiba di ujung hutan. Lah koq bisa?? Kemarin kan lama banget...?
Nah itulah, kyknya memang jalurnya berbeda. Lebih mudah dari jalur kemarin. Entahlah..
Yang penting kita semua selamat dan tetap berlumpur ^^

Setelah blusukan nih

Berlayar lagi menuju dermaga Sendang Biru. Lagi dan lagi Bambang dengan antusias mendokumentasikan segala hal-hal sampai hal yang terkecil sekalipun.

Mukanya pada lusuh

 Sampe di sana, kita masing2 mandi di toilet umum sambil menunggu angkot carteran kemarin, jemput kita lagi..
Sekitar pukul 1 siang, kita berangkat menuju Turen. Sampai di Turen, kita kembali dijemput lagi oleh angkot satu lagi sampe di kota Malang.
“Mau diantar sampe penginapan?”, tanya si supir. Tadinya kita memang mau menginap di salah satu penginapan, tapi setelah tau nama tempat dan lokasinya, si supir bilang klo ada penginapan yang lebih murah dan dekat dengan stasiun KA.

Dia menawarkan untuk melihat2 dulu klo mau, baiklah. Sampai di lokasi penginapan, ternyata penginapan itu adalah mess TNI yang memang di sewakan klo lg kosong. Bentuknya rumah dengan 4 kamar tidur dan 2 kamar mandi. Ada pengurusnya. Untuk harga terbilang murah.
Dengan pertimbangan: bersih, memadai, murah dan dekat dari stasiun; akhirnya kita memutuskan menginap di situ. Hanya 1 malam, karena besok sore kita udah pulang ke Jakarta lagi.
Habis atur2 tempat tidur dan barang, kita memutuskan cari makan malam di sekitaran, dan si pak supir tadi merekomendasikan satu tempat nasi goreng yang enak. Dia juga menawarkan mengantar kita sampe sana karena tempatnya ga terlalu jauh dan searah dengan dia pulang. OK, lesgo pak!
Baru sampe udah tercium aroma nasgornya, melihat porsinya juga WOW! Buanyak. Sepiring bisa buat ber 2-3 orang.
Oke akhirnya kita pesan. Sambil nunggu dimasak, kita disuguhkan dengan atraksi si bapak nasgor memasak. Engga, bukan akrobat. Tapi geboy mujair.
Aselik ini. Beneran. Dari belakang, pinggul si bapak geyal geyol. Kasih lagu dangdut cocoklah. Hobah..hobahh...
Makanan siap. Biar kaya orang-orang, dikit-dikit harus didokumentasikan, ahahaha.

Nasi Goreng Mawut
  Omnomnom...ENAAAKKK..
Suasana dingin, lapar, ketemu makanan enak, minuman anget. Bahagia itu sederhana.
Tadinya pengen nikmatin jalan2 malam di kota Malang. Tapi lagi2 hujan dan kita terjebak di warung nasgor. Hujan sepertinya bakal lama karena deras. Mau naik becak, tapi harga yg ditawarin lumayan untuk sampe penginapan Lanjut pesen kopi aja deh sambil nunggu re da. Dan gw, foto2 candid temen2 gw aja :p

Mbah Gonds

Mbeng


Lutfi
 
Yudi

Akhirnya kita sampe penginapan sekitar jam setengah 10. Lanjut ngobrolin rencana besok pagi, dan akhirnya satu per satu tidur.


31 Januari 2015
Bangun pagi, siap2, karena kita hari ini mau jalan2 keliling Malang bareng temennya Lutfi; sebelum nanti sore kita pulang ke Jakarta. Yeaaay...
Sekitar pukul 8 pagi kita dijemput.
“Udah pada sarapan?”
“Beluuum”
“Ada nih soto enak, mau?”
“Boleh..”

Enak, murah, kenyang. Perut kenyang, hati senang. Lanjut jalaaan.
Selepas makan soto, kita sempat mampir ke toko souvenir yang jual kaos. Oke, gw beli satu *cring*
Kita rencananya lanjut ke arah puncaknya Malang. Di tengah perjalanan, kita lewatin pabrik dan toko susu Pujon. Apa itu?
Pujon merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Malang. Kecamatan Pujon terletak di dataran tinggi yang memungkinkan pengusahaan hortikultura dan peternakan sapi. Hasil utama antara lain sayur-sayuran, buah-buahan, dan susu sapi. Produksi susu sapi khusus dikelola oleh Koperasi Susu SAE yang didirikan tahun 1962 selain berperan sebagai koperasi peternak.[2] Produk susu sapi asal Pujon dikirim ke perusahaan susu sapi Nestle di Pasuruan. – Wikipedia –
Susu segarnya enak..gw coba rasa strawberry sama coklat. Murah juga. Worth to try!

Susu Pujon

“Kita kemana lagi?”, tanya gw
“Ada nih, namanya Omah Kayu. Jadi rumah pohon gitu di hutan2 pinus. Di sana juga ada paralayang”
EXCITED. Lesgoooo
Sampe di Kota Wisata Batu, kita disuguhkan pemandangan hutan pinus. Naiiiik terus.
Sekitar jam setengah 11 siang kita sampe di tempat paralayang. Tapi sepertinya lagi libur paralayangnya. Akhirnya kita foto2 dengan leluasanya. Pemandangan dari atas sini memang cakep banget, ditambah di depan sana ada Gunung Banyak. Gapapalah narsis ya..

Narsis lagi gapapa lah ya.


Habis puas foto2, kita lanjut ke Omah Kayu yang ga jauh dari lokasi paralayang.
Wah, ada gerbang selamat datangnya! Foto ah *cekrik* *cekrik* *cekrik*

Gerbang Omah Kayu
Udah kaya anak band belom?

Untuk masuk ke Omah Kayu ini dikenakan biaya Rp....
Omah Kayu ini ternyata penginapan juga, jadi kita bisa sewa, tapi satu rumah hanya bisa ditempatin maksimal 3 orang katanya.
Akses dari loket ke Omah Kayu berundak dan berliku. Cukup unik memang objek wisata dan penginapan macam ini. Ga heran klo orang2 banyak yang mau foto di sini. Dari sekedar mau narsis sampe foto profesional macem pre-wedd, dll.
Omah Kayu hanya terdiri dari teras depan rumah, dan kamar tidur. Kamar mandi hanya ada kamar mandi umum yang menurut gw tergolong bersih dan terawat. Belum tau ada yang pernah beneran menginap atau engga di sini. Gw sih pengen, tapi agak deg2an juga sih hahaaha..
Di beberapa spot rumah ada yang di kasih pengumuman melintasi jembatan/teras harus ganti2an. Mungkin liat kondisi apakah pohonnya super kokoh atau engga.
Overall, unik dan pemandangan di situ juga bagus dan kita pastinya tergoda buat foto2 lagi huahahahaa..

Lagi bikin cover band album kita nih. hahaha

Udah jam 12 siang, kita akhirnya kembali ke kota Batu. Setelah teman2 sholat di Mesjid, kita menikmati suasana di seberangnya. Yak, Alun2 kota Batu. Cukup banyak warga lokal yang ke situ, khususnya anak2.
Ada bianglala dengan gambar apel hijau Malang di bawahnya. Khas..
 
Ga berlama2 di sana, kita kembali melanjutkan perjalanan untuk makan siang dan cari oleh2 lagi.

Belum ke Malang namanya klo belum coba bakso Malang..Hap Hap!!

Perut yang dingin udah anget lagi dan udah punya tenaga buat cari oleh2 buat di rumah. Yosh!

Makan udah, oleh2 udah..akhirnya kita harus balik ke penginapan karena kereta kita berangkat jam 5 sore. Sampe di penginapan sekitar jam 3.30 sore. Beres2, sebelum pamit dan berangkat ke stasiun, kita sempat foto dulu bareng temen2 Lutfi *eaaak foto lagi*


Sebelum otw Jakarta



Untung jarak ke stasiun dekat, jadi ga khawatir telat. Malah masih sempat beli nasi box buat bekal makan malam di kereta haha..
Terlalu sedikit destinasinya? Memang. Gw tau koq masih banyak tempat di Malang yang bisa di eksplore, tapi kita cuma punya waktu singkat dan cuaca lagi sering hujan. Ditambah waktu kita diperjalanan juga cukup lama karena naik KA.
Puas? Ya dengan kondisi seperti itu, termasuk puas koq. Puas banget! Udah ga penasaran juga sama Sempu, malah rasanya pgn ke situ lagi, heheheh..
Next time klo ke Malang lagi, gw akan coba destinasi lain yang ga kalah oke pastinya ;)
So... kesimpulannya:
1.      Malang oke buat destinasi vakansi. Mulai dari pemandangan alam dan tempat2 seperti museum, kebun binatang, bahkan makanannya.
2.      Klo mau ke Sempu dan blusukan seperti kita, kudu siap fisik dan mental. Siap mental dalam artian, siap bawa asik keadaan dan rintangannya. Gw pribadi cuma siyok di awal, udahannya bawa asik ketawa2 aja klo kepeleset. Tapi menurut gw serunya ya ini, hehehe
3.      Klo ga mau ekstrim dan blusukan ke Sempu, jangan datang pas musim hujan yes..
4.      Persiapan ke Sempu? Berhubung ini pulau tak berpenghuni, jadi ya kudu bawa:
a.       Tenda
b.      Kompor, nesting dan logistik
c.       Air mineral. Klo untuk menginap semalam, minimal seorang bawa 3-5 liter air.
d.      Ember kecil / ember lipat. Buat apa? Buat cuci2 nesting/apapun. Tujuannya biar air Segara Anakan ga kotor. Jadi nimba, bawa air, cuci di pantai dan buang air di pinggir2 pantai. Ga langsung di air lautnya J
e.       Kantong sampah. Jangan nambahin kotornya Sempu plissss..malah klo bisa klo masih ada sampah tersisa meskipun punya orang lain, kita angkut aja biar bersih. Masa tega liat “surga” kotor?
f.       Lotion anti nyamuk. Inget kita di kelilingin hutan.
5.      Surat Ijin untuk masuk ke pulau Sempu.

Selamat berlibuuuuur kawan..

funtastic 4. ahahaha
Special thank for my office mate: Lutfi, Yudi, Steffen, dan Bambang ^^.

Ditunggu guys perjalanan gila selanjutnya, dengan destinasi-destinasi yang lain.


Milanty S. - 19012016