Menulis lagi di diary baru. Saya menulis lagi dengan spidol
warna-warni, terkadang saya mewarnainya dengan pensil warna. Menandai
agenda-agenda penting saya. Sampai menandai jadwal menstruasi. Ah tentu saja
yang satu ini juga penting.
Saya menulis apa saja yang saya inginkan: curhat, sedih,
marah, suka, pengalaman menyenangkan. Apapun yang dapat saya tulis. Termasuk
menyampah. Menyampah apapun yang saya mau. Kamu akan mendengarkan saya dengan
sepenuh hati.
Kamu seperti diary.
Lalu, saya akan menulis rahasia. Kamu tahu setiap rahasia
yang saya punya, saya akan menceritakannya kepadamu tanpa malu. Saya memang
tidak pernah malu kepadamu. Kamu orang yang selalu membuat saya leluasa untuk
bercerita.
Kamu tidak pernah men-judge saya, kalau saya ceritakan tentang
perbuatan-perbuatan bodoh saya yang kalau diingat-ingat lagi akan membuat pipi
saya memerah. Kamu juga rajin mendengar saya. Kamu seperti punya telinga.
Aneh kan. Kamu diary yang yang dapat mendengar saya.
Tiba-tiba kalau kamu mendengar saya, kamu seperti ingin
memeluk saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar